Antusias Pasien Rehabilitasi Napza di RSJ Cisarua Ikut Nyoblos Pemilu 2024

Antusias Pasien Rehabilitasi Napza di RSJ Cisarua Ikut Nyoblos Pemilu 2024
  • 3Minutes
  • 79Pembaca

Bandung Barat – Pesta demokrasi mesti dirayakan semua orang, tak terkecuali mereka yang sedang menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Rabu (14/2/2024), beberapa petugas KPPS didampingi PPS Desa Jambudipa, serta pengawas TPS membawa dua bilik suara, tinta, serta surat suara ke ruang rehabilitasi pasien narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza).
Pasien yang sedang menjalani rehabilitas itu, antusias kala petugas KPPS datang untuk memfasilitasi mereka menyalurkan hak pilihnya. Ada beberapa pasien yang meneriakkan nama salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Pemungutan suara di lingkungan RSJ Provinsi Jawa Barat itu dilakukan oleh petugas KPPS 37 dan KPPS 38, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka dipanggil satu-satu untuk memasuki bilik suara sesuai data yang sudah ada.
Salah satunya A (22), pemuda yang sedang menjalani rehabilitasi di RSJ Provinsi Jawa Barat itu antusias menyalurkan hak pilihnya meski tak di tempatnya tinggal.
“Sudah dua kali (mencoblos), tapi kalau di sini (RSJ) baru pertama kali. Soalnya sudah 2 bulan direhab di sini,” kata A yang mengenakan sarung kala mencoblos.
A mengaku, tak mendapati kesulitan kalau mencoblos di bilik suara. Namun memang agak sedikit ribet ketika ia harus membuka dan melipat lagi surat suara DPR RI dan DPD.
“Kalau kesulitan nggak ada, cuma mungkin pas yang dapil (DPR RI dan DPD) ribet waktu ngelipatnya,” ujar A.
A bisa dibilang cukup melek keterbukaan informasi. Ia tak mencari secara khusus soal sosok capres dan cawapres. Namun informasi dari media sosial mengenai ketiganya jadi informasi yang diserapnya.
“Paling dapat info-info dari medsos. Ya mudah-mudahan Indonesia semakin maju,” tutur A.
25 Pasien Rehabilitasi RSJ Provinsi Jabar Ikut Nyoblos
Sementara itu, Ketua PPS Desa Jambudipa, Hari Bagus Sundara mengatakan pencoblosan di RSJ Provinsi Jawa Barat diawali dari pengajuan instansi tersebut.
“Jadi dari awal RSJ sudah mengajukan pindah memilih pasien rehabilitasi narkoba. Kemudian ada instruksi dari KPU KBB, pemungutan dengan sistem TPS mobile untuk menjaga kerahasiaan pasien itu sendiri,” ujar Hari.
Hari mengatakan pihak RSJ Provinsi Jawa Barat hanya mengajukan 25 pasien rehabilitasi Napza. Meskipun jumlah pasien yang sebelumnya menjalani rehabilitasi sebanyak 40 orang.
“Jadi ada 25 pasien rehabilitasi yang diajukan oleh RSJ untuk menyalurkan hak suaranya. Jadi sisanya itu memang ada yang sudah pulang hari ini dan kemarin-kemarin,” kata Hari.
Hari menyebut ada perbedaan antara DPT dan DRSJ Provinsi Jawa Barat. 25 pasien rehabilitasi itu hanya mencoblos rata-rata tiga jenis surat suara pada Pemilu 2024 kali ini.
“Kalau secara fisik tidak ada, tapi secara aturan ada. Jadi mereka hanya mencoblos rata-rata 3 jenis surat suara yaitu capres dan cawapres, kemudian DPD, dan DPR RI. Untuk yang DPRD provinsi dan kota/kabupatennya itu kan tidak semua warga Jawa Barat dan KBB. Jadi tidak mencoblos 2 surat suara itu,” kata Hari.
Setelah surat suara tercoblos, kemudian dimasukkan ke wadah khusus. Surat suara itu dibawa ke TPS 37 dan 38 untuk dimasukkan ke kotak suara.
“Karena tidak memungkinkan membawa kotak suara, jadi di sana dibuat wadah khusus menyimpan surat suara yang sudah tercoblos. Setelah dicoblos, surat suara dimasukkan ke kotak yang ada di TPS,” ujar Hari.

Sumber – detikjabar

Avatar

Deden Prasaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nyalakan Notifikasi OK No thanks